Setahun Berlalu.Sudah satu tahun pula aku berjuang sendiri melupakan kamu, tapi apa kamu tahu bahwa bayangmu masih melekat di hatiku?. Entah tinta apa yang kamu pakai untuk melukis di hati dan fikiranku sampai aku sulit mencari penawar tintanya. Dulu aku berfikir mungkin setelah satu tahun berlalu aku akan lupa dengan orang yang pernah mengisi ruang hatiku.
Tapi apa, bahkan saat satu tahun berjalan pun tentangmu masih selalu ada di fikiranku. Aku disini masih berjuang melupakan jejak - jejak yang telah mati satu tahun lalu, entah kenapa bayangmu tidak mau pergi dari ingatanku padahal aku sudah tidak pernah lagi berusaha mencari tahu tentangmu. Tapi entahlah, begitu sulitnya aku melupakanmu, terkadang aku marah pada diriku sendiri.
Ayo Fau, lupakan dia. Dia sudah tidak perduli lagi pada mu, lihat dia sudah bahagia dengan orang lain, tentu tidak ada namamu lagi dalam hatinya. Apa yang kau harapkan darinya? Kau ingin kebahagiaan dengannya? Tapi apa? Apa? Yang kau dapatkan hanya perih, bukan? Ayo Fau, berjuanglah. Lupakan yang telah mati. Lupakan Cinta yang telah membuatmu hancur.
Kalimat itu berkecamuk dalam diriku. Dan lagi aku meneteskan air mataku untuk yang kesekian kalinya di depan Tuhanku. Sejujurnya aku malu pada-Mu yang telah mencipkan langit, bumi, dan segala isinya karena aku mengharapkan hamba-Mu yang belum tentu taat pada Tuhannya.
Ya Allah, ampuni aku, ya Allah. Aku sudah terlalu berharap kepada manusia dan hampir melupakan-Mu.
Sebenarnya bukan ini yang aku inginkan. Sangat simple sebenarnya, aku hanya ingin berdamai dengan masa lalu. Aku ingin masa depan tanpa masa lalu yang menahan langkahku. Tidak mudah memang melupakan empat tahun perjalanan cintaku sedangkan waktu untuk melupakannya baru berjalan satu tahun, mungkin aku membutuhkan waktu lebih lama dari saat aku mencintainya.
Ayo Fau berjuang lagi, jangan menyerah sampai disini saja.
Lagi - lagi aku menyemangati diriku, karena jika bukan aku, lalu siapa lagi. Karena kuncinya hanya ada pada diri sendiri, aku dikecewakan oleh diriku yang terlalu berharap kenangan indah itu kembali seperti sedia kala.
0 komentar:
Posting Komentar