Senin, 14 Mei 2018

Pergilah Dengan Pria Pilihanmu Itu

        Aku tak percaya dengan apa yang terjadi denganku setelah luka yang dalam kau goreskan. Luka yang membuatku berpikir kalau semua tak akan lagi sama dan aku akan jatuh terpuruk jauh dalam kesedihan yang tak berujung. Tapi itu tidak berlangsung lama, aku memang terpuruk dan jatuh dalam sekali. Aku pernah berfikir untuk pergi dari kotaku dan memulai hidup baru di kota lain dengan orang baru yang mungkin sama sekali tak aku kenal.
        Sadarkah kamu,saat kau mulai menghancurkan aku. Ada banyak masalah yang sedang menimpaku dan itu membuat aku aku memilih untuk tetap terlarut dengan masalah kisah kita atau aku harus terlarut dengan masalah masa depanku. Saat itu aku memilih untuk tetap mencoba larut dalam masalah kerjaanku. Bukankah ada kata yang bilang

"Saat menyibukkan diri itu karena ada sesuatu yang ingin dilupakan. Dan tak ingin berlarut untuk bersedih, karena hidup tak hanya soal kesedihan. Percayalah, setelah kesedihan ini akan ada bahagia yang indah."
        Saat itu semua pikiran ini terkuras abis untuk masalah yang sangat bertolak belakang. Satu sisi aku harus tetap bersikap profesional untuk kerjaan yang sedang aku jalankan dan tetap tersenyum untuk setiap sapaan yang datang padaku. Bukannya aku tak merasa sakit, jika kau tahu ditengah malamku ketika badan ini mulai lelah. Aku terbenam dalam bantal dan sesak tangis yang mulai keluar karena hati ini menjerit sakit, mengingat kamu yang pergi dengan pria lain ketika aku dengan susah payah dan berjuang bertahun-tahun untuk terus bahagia bersamamu.

      " Luka ini terlalu dalam sayang.. bagaimana tidak dalam?"
        Kamu memilih untuk pergi dengan lelaki itu, hanya karena waktuku yang tak lagi bisa selalu denganmu. Hanya karena aku yang selalu membicarakan tentang kegiatan yang aku lakukan. Aku sangat sakit dan terluka, bagaimana tidak?, aku yang menemanimu dari 0 ketika kita mulai lulus sekolah, ketika sama mulai mencari kampus untuk masa depan kita dan sekarang saat kita berjuang untuk sama-sama bekerja sesuai impian kita. Kamu memilih pergi dengan lelaki itu, entah apa yang Pria itu janjikan kepadamu.

        Aku memang tidak pernah menjanjikan apapun untukmu, karena aku merasa kebersamaan kita yang bertahun-tahun ini adalah kebersamaan yang harus selalu kita perjuangkan agar kelak kita menjadi keluarga yang bahagia. Aku menangis hampir tiap malam selepas kepergianmu yang tanpa kata, dan sampai hari dimana aku merasa ada luka yang kau beri untuk tidak aku sesali.

        Terima Kasih, karena luka darimu kini aku bisa berdiri di hadapan semua orang dan menunjukkan bahwa aku bisa. Terima Kasih, karena luka darimu kini aku bisa perlahan tapi pasti diri ini mulai menunjukkan kebahagiaan untuk orang-orang yang meyayangiku lebih darimu.

        Pesanku "Jaga lelakimu saat ini, buat dia bahagia sebagaimana dulu kamu bahagiakan aku. Ada selalu doa-doa yang aku aminin untukmu di tiap sujudku. Bukankah sakit dan luka tak harus dibalas dengan luka dan sakit lagi?. Aku berdoa untuk setiap jalan yang kau ambil. Agar kelak nanti kamu tak kembali salah. Cukup aku lelaki yang kau lukai dalam dan terpuruk untuk waktu yang sangat lama. Jangan kau sakiti lelaki yang sekarang bersamamu."

        Dari lelaki yang dahulu kau bahagiakan, lalu kau hempaskan. Tapi kini aku bangkit untuk diriku sendiri".








0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.