Selasa, 29 Oktober 2019

Mungkin Kamu Memang Harus Berhenti

        Rasa lelah memang menyiksa, secara fisik maupun hati. Dan dunia ini kadang menjadi tempat yang melelahkan. Saat kita terlalu mencintai, memperhatikan, memberi banyak hal kepada orang-orang yang belum tentu membalas apa yang kita lakukan. Namun itu tak membuat kita berhenti memberi. Kita justru berusaha lebih, dengan harapan ada yang akan menghargai. Padahal mungkin, kita hanya harus tahu kapan sebaiknya berhenti.



Kita terus mencari dan berusaha memberi, mungkin karena takut pada rasa sepi.

        Mengapa kita terus memberikan perhatian, tenaga, dan waktu kepada orang yang sudah jelas-jelas tak pernah menghargai? Mengapa kita terus berbaik hati pada orang yang sudah melukai perasaan kita? mengapa kita tak percaya bahwa diri lebih baik menjauh saja, dan percaya bahwa hidup mereka akan tetap baik tanpa kita?
        Mungkin kita terlalu takut untuk sendiri. Tak sanggup membayangkan rasanya kesepian, walau pasangan atau teman-teman yang ada di sekitar pun tak pernah memberikan pendampingan yang ideal. Kita berusaha begitu keras untuk mencari hati mereka, menciptakan hubungan sebaik-baiknya, tanpa sadar bahwa tubuh dan hati ini sudah tak sanggup lagi berusaha.

Akan ada saat dimana usahamu akan di ganjar dengan manis. Namun bukan sekarang, sakat hati sudah terlanjut teriris.

         Mungkin selama ini kita telah mencoba untuk menjadi sosok yang selalu ada di depan. Prestasi di Kampus cemerlang, karier di kantor gemilang, pikiran pun dewasa. Namun tetap saja ada bagian dari diri kita yang merasa bahwa segala yang kita capai ini belum apa-apa. Kita menutup mata pada prestasi yang kita punya, karena beberapa hal belum mampu kita dapatkan.
        Belum menemukan pasangan yang bisa menggenapkan, belum cukup mapan untuk melangkah ke pelaminan. Karena menganggap ini sebagai kekurangan, kitapun mati-matian berusaha untuk segera mendapatkan "sang putri". Padahal cinta tak pernah datang terpaksa. Sayang tak di lahirkan dari rasa kasihan dan putus asa.

Cinta akan tiba ketika kita tulus dalam memberi. Berhenti memperjuangkan yang tak layak di jalani, bersyukur pada apa yang sudah dimiliki.

        Tak ada yang lebih membahagiakan dari menikmati apa yang memang kita sukai. Kesederhanaan yang selama ini mungkin tak kita sadari sepertinya mampu memberi perubahan yang begitu besar pada hidup kita. Membaca buku, berjalan-jalan di pantai, atau sekedar menatap langit malam. Tanpa berjuang hingga ngos-ngosan, sebenarnya hidup kita sudah sempurna.
        Rasa lelah ini ada karena permainan yang kita ciptakan sendiri. Hidup kita sudah baik-baik saja, tanpa harus ada mereka yang memang sejak awal sudah tak mau menghargai kita.

Ketika dunia tak memberi perhatian terhadap apa yang kau lakukan, Istirahatlah. Waktunya belajar merasa nyaman pada kesendirian.

        Sekarang waktunya untuk berhenti mengharapkan yang memang sudah tak mungkin lagi. Hatimu sudah luka-luka, dan kini saatnya untuk mengobatinya.

        Belajarlah untuk nyaman dengan diri sendiri
        Belajarlah untuk tak lagi mengharapkan mereka yang memang enggan         membersamai
        Dan kau tak akan merasa lelah lagi
         Raih kembali kekuatan yang selama ini hilang. Sudah waktunya bagi dirimu untuk menggali kembali jati diri. Bukankah dia sudah lama ditarik ke belakang karena kamu sibuk mencari perhatian mereka yang sejak awal sampai sekarang tak pernah memperhatikan?

Ku harap kau paham :)

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.